Laman

Senin, 16 Maret 2015

Siapa yang harus di dahulukan.....?

Kali ini statement nya cukup unik guys. Mungkin bisa buat loe semua renungkan deh...
Ada sebuah perusahaan besar yang sedang mencari karyawan. Dalam tes tertulisnya, mereka hanya hanya memberikan satu kasus untuk di jawab:
"Anda sedang mengendarai motor di tengah malam gelap gulita dan hujan lebat disebuah daerah yang penduduknya sedang diungsikan semuanya karena bencana banjir. Pemerintah setempat hanya bisa memberikan bantuan satu buah bis yang saat ini juga sedang mengangkut orang2 ke kota terdekat. Saat itu juga anda melihat 3 orang yang merupakan orang terakhir di daerah itu yang sedang menunggu kedatangan bis:
- seorang nenek tua yang sedang sekarat
- seorang dokter yg pernah menyelamatkan hidup anda sebelumnya
- seseorang yang selama ini menjadi idaman hati anda dan akhirnya anda temukan

Anda hanya bisa mengajak satu orang untuk membonceng anda. Siapakah yang anda ajak? Dan jelaskan jawaban anda, mengapa anda melakukan itu!
Sebelum anda menjawab, ada beberapa hal yg perlu anda pertimbangkan:
- seharusnya anda menolong nenek tua itu dulu karena dia sudah sekarat. Jika tidak segera ditolong akan meninggal. Namun, kalo dipikir-pikir orang yg sudah tua memang sudah mendekati ajalnya. Sedangkan yang lainnya masih sangat muda dan harapan hidup kedepannya masih panjang.
- dokter itu pernah menyelamatkan hidup anda. Inilah saat yang tepat untuk membalas budi kepadanya. Tapi, kalau dipikir, kalo sekedar membalas budi bisa lain waktu kan....? Namun, kita tidak pernah tau kapan kita akan mendapatkan kesempatan itu lagi.
- mendapatkan idaman hati adalah hal yang sangat langka. Jika kali ini anda lewatkan, mungkin anda tidak akan pernah ketemu dia lagi. Dan, impian anda akan kandas selamanya.
Jadi mana yang anda pilih......????

Dari sekitar 2000 orang pelamar, hanya satu orang yang diterima bekerja di perusahaan tersebut.
Orang itu tidak menjelaskan jawabannya, hanya menulis dengan singkat:
"saya akan memberikan kunci motor saya kepada sang dokter dan meminta dia untuk membawa nenek tua yg sedang sekarat tersebut untuk ditolong segera. Sedangkan saya sendiri kan tetap tinggal disana dengan sang idaman hati saya untuk menunggu ada yang kembali menolong kami."

Terkadang dengan rela untuk melepaskan sesuatu yang kita miliki, melepaskan kekeras kepalaan kita, mengakui segala keterbatasan yang kita miliki dan melepaskan semua keinginan kita untuk sesuatu yg lebih mulia, kita akan mendapatkan sesuatu yg jauh lebih besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar